Hetalia: Axis Powers - Sealand
Hetalia: Axis Powers - Sealand

Rabu, 23 Desember 2015

Konsep Nilai Waktu Uang



Konsep Nilai Waktu Uang

1.      Pengertian Definisi Konsep Nilai Waktu Uang

Nilai waktu dari uang menunjukkan perubahan nilai uang akibat berjalannya waktu. Atau nilai uang dapat berubah seiring berubahnya waktu. Uang satu juta saat ini akan berubah nilainya setelah satu tahun berjalan. Di sini waktu secara tidak langsung menjadi fungsi dari uang, atau waktu merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi perubahan nilai uang.

Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu dari uang merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang pada waktu sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang pada masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.
           
Waktu akan meruba nilai uang dengan sendiri nya tanpa ada aturan tertentu yang mengharuskan perubahan nilai uang dengan jangka waktu tertentu. Serta seberapa besar perubahan nilai uang tersebut.

Perubahan nilai uang sering dibandingkan oleh orang awam sebanding dengan nilai dari bahan- bahan pokok. Sebut saja seorang ibu rumah tangga sering mengeluhkan semakin mahal nya harga harga bahan pokok yang semakin meningkat dan sering pula membandingkan nya dengan masa sebelum nya.

2.      Contoh Konsep Nilai waktu dari Uang


1.)    seorang pedagang meminjam uang di bank sebasar  Rp 1000.000,- untuk jangka pengembalian selama satu tahun. Bunga pinjaman bank adalah 10 persen. Maka pada akhir tahun, pedagang tersebut harus mengembalikan uang yang dipinjamnya sebesar  Rp 1.100.000,- . Pengembalian Uang tersebut terdiri dari pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 1.000.000,- dan bunga sebesar Rp 100.000,-.

Dalam hal ini, pihak bank dan pedagang sepakat untuk memberikan penilaian terhadap uang Rp 1.100.000 untuk satu tahun ke depan sama dengan Rp 1.000.000,- pada saat ini.

Dengan kata lain, uang Rp 1.000.000,- yang dipegang saat ini memiliki nilai yang lebih besar dibanding dengan nilai Rp 1.000.000,- dikemudian hari. Jika saat ini uang sebesar Rp 1.000.000,- dapat dibelanjakan untuk membeli 100 kg beras, maka tahun depan, dengan  jumlah uang yang sama, beras yang akan diperoleh kurang daripada 100 kg.


2.)     seorang ibu rumah tangga pada masa lalu dengan uang sejumlah Rp. 10 000; dapat membeli berbagai bahan pokok, tetapi pada masa sekarang dengan uang sejumlah Rp. 10 000; hanya dapat membeli satu kilogram beras saja. Atau harga dari satu gram emas pada masa lalu seharga Rp. 30 000; per gram tetapi pada masa sekarang harga satu gram emas dapat mencapai Rp. 100 000; per gram nya.

Hal tersebut dapat membuktikan perubahan nilai uang terhadap suatu barang yang bersifat tetap tetapi yang berubah adalah nilai dari uang tersebut

Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai uang sejumlah Rp. 10 000; pada masa lalu akan berbeda dengan nilai uang Rp. 10 000; sekarang dan akan berbeda pula dengan nilai Rp 10 000; pada saat sepuluh tahun mendatang. Hal tersebut sangat mendasar karena nilai uang akan berubah menurut waktu yang disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya seperti.adanya inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dan lain-lain.

Konsep time value of money ini sebenarnya ingin mengatakan bahwa jika Anda punya uang sebaiknya -bahkan seharusnya diinvestasikan, sehingga nilai uang itu tidak menyusut dimakan waktu. Sebab, jika uang itu didiamkan, ditaruh di bawah bantal, brankas, atau lemari besi maka uang itu tidak bekerja dan karenanya nilainya semakin lama semakin turun.

Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya.



3.      Nilai Kemudian, Future Value

Karateristik nilai waktu uang memungkinkan jumlah uang yang dimiliki seseorang menjadi berlipat ganda dikemudian hari. Future value atau nilai kemudian dari uang dapat ditentukan dengan mengalikan tingkat bunga dengan pokok pinjaman untuk periode tertentu. Tingkat bunga biasanya ditentukan untuk periode satu bulan, satu kuartal, enam bulan, atau satu tahun. Di Indonesia dikenal juga bunga harian, walaupun tingkat bunga biasanya ditetapkan untuk satu tahun.

Contoh Aplikasi:

Nasabah menyimpan uang sebasar Rp 1.000.000 pada bank dengan tingkat bunga 10 persen. Maka setelah satu tahun uang nasabah menjadi:

Nilai kemudian, NK1 = Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000,- x 10 %)

NK1 = Rp 1.100.000,-


Di sini, nasabah menerima tambahan uang akibat bunga sebesar  Rp 100.000,-

Jika disimpan untuk jangka waktu dua tahun ke depan, maka nilai uang nasabah pada akhir tahun kedua adalah:

NK2 = Rp 1.100.000,- + (Rp 1.100.000,- x 10 %)

NK2 = Rp 2.210.000,-

Bunga yang diperoleh pada tahun kedua adalah Rp 110.000,- nilai ini diperoleh dari perhitungan pokok simpanan setelah satu tahun, yaitu Rp 1.100.000,-, yang merupakan nilai dari simpanan pokok sebesar Rp 1.000.000 dan ditambah dengan bunga tahun pertama sebesar Rp 100.000,-

Secara matematis dapat diturunkan sebagai berikut:

Pokok simpanan awal dinotasikan dengan X0, sedangkan nilai simpanan setelah jangka waktu n periode dinotasikan dengan Xn, dan tingkat bunga bank dinotasikan sebagai r, maka nilai kemudian untuk n periode dinotasikan NKn.

NK1 = X0 + ( X0 x r)1 = X0 (1 + r)1

NK2 = NK1 + (NK1 x r)1 = NK1 (1 +r)1

NK2 = X0 (1 + r)1 (1 + r)1 atau

NK2 = X0 (1 + r)2 dan jika ditulis secara umum menjadi:

NKn = X0 (1 +r)n

Contoh Aplikasi:

Nasabah menyimpan uang di bank sebesar Rp 100.000,- dengan tingkat bunga bank 10 % untuk disimpan selama 10 tahun. Hitung nilai uang setelah sepuluh tahun.

Jawab:

Pokok simpanan = Xo = Rp 100.000,00

Tingkat bunga = r = 10 %

Periode, = n = 10 tahun

Ditanyakan KN10

NKn = Xo (1 + r)n

Masukkan semua data yang diketahui, maka

NK10 = Rp 100.000 (1 + 0,10)10

NK10 = Rp 100.000 (2.59374) = Rp 259.374,25

2.1 Konsep nilai waktu dari uang

Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu dari uang merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang pada waktu sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang pada masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.

Waktu akan meruba nilai uang dengan sendiri nya tanpa ada aturan tertentu yang mengharuskan perubahan nilai uang dengan jangka waktu tertentu. Serta seberapa besar perubahan nilai uang tersebut.

Perubahan nilai uang sering dibandingkan oleh orang awam sebanding dengan nilai dari bahan- bahan pokok. Sebut saja seorang ibu rumah tangga sering mengeluhkan semakin mahal nya harga harga bahan pokok yang semakin meningkat dan sering pula membandingkan nya dengan masa sebelum nya.

Contoh, seorang ibu rumah tangga pada masa lalu dengan uang sejumlah Rp. 10 000; dapat membeli berbagai bahan pokok, tetapi pada masa sekarang dengan uang sejumlah Rp. 10 000; hanya dapat membeli satu kilogram beras saja. Atau harga dari satu gram emas pada masa lalu seharga Rp. 30 000; per gram tetapi pada masa sekarang harga satu gram emas dapat mencapai Rp. 100 000; per gram nya.

Hal tersebut dapat membuktikan perubahan nilai uang terhadap suatu barang yang bersifat tetap tetapi yang berubah adalah nilai dari uang tersebut

Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai uang sejumlah Rp. 10 000; pada masa lalu akan berbeda dengan nilai uang Rp. 10 000; sekarang dan akan berbeda pula dengan nilai Rp 10 000; pada saat sepuluh tahun mendatang. Hal tersebut sangat mendasar karena nilai uang akan berubah menurut waktu yang disebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya seperti.adanya inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dan lain-lain.

Konsep time value of money ini sebenarnya ingin mengatakan bahwa jika Anda punya uang sebaiknya -bahkan seharusnya diinvestasikan, sehingga nilai uang itu tidak menyusut dimakan waktu. Sebab, jika uang itu didiamkan, ditaruh di bawah bantal, brankas, atau lemari besi maka uang itu tidak bekerja dan karenanya nilainya semakin lama semakin turun.

Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung anggaran. Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya.

Selasa, 22 Desember 2015

Pengertian Sumber Dana



Pengertian Sumber Dana

Dengan adanya keputusan untuk mengadakan investasi maka diperlukan dana yang dapat membelanjai investasi. Timbullah masalah bagaimana perusahaan dapat memperoleh dana yang dibutuhkan untuk membiayai investasi yang direncanakan dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan dengan mengingat, bahwa para pemilik dana mengharapkan balas jasa atas penggunaan dananya dan merupakan biaya investasi yang direncanakan tersebut.
      Menurut Bambang Riyanto Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2004 : 25), bahwa sumber dana yang dapat diperoleh untuk membelanjai suatu perusahaan adalah:
1.    Sumber dana dari dalam perusahaan (internal source) dapat diartikan sebagai bentuk dana dimana pemenuhan kebutuhan dananya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, dengan kata lain dana dengan kekuatan atau kemampuan sendiri. Dana dari dalam perusahaan dapat diadakan dengan atau menggunakan laba cadangan dari sebagian sisa hasil usaha yang merupakan unsur dana sendiri, sebagai sumber dana intern. Akumulasi penyusutan aktiva tetap karena jangka waktu penggunaan dari aktiva tersebut biasanya lama, misalnya lima tahun, maka cadangan penyusutan yang masih menganggur dapat digunakan dan disebut sebagai sumber dana insentif.
       Dana dari dalam perusahaan terdiri dari
a.  Dana yang berasal dari pemilik perusahaan
b.  Saldo keuntungan yang ditanam kembali dalam perusahaan.
        c.  Surplus dana dan akumulasi penyusutan atau yang disebut sebagai cadangan dana.  Terdiri    atas nilai buku dan nilai pasar dari harta yang dimiliki perusahaan.
2.    Sumber dana dari luar perusahaan (external source) yaitu pemenuhan kebutuhan dana diambil atau berasal dari sumber-sumber dana yang ada di luar perusahaan. Dana yang berasal dari luar perusahaan adalah dana yang berasal dari pihak bank, asuransi, dan kreditur lainnya. Dana yang berasal dari para kreditur adalah hutang bagi perusahaan yang disebut sebagai dana pinjaman. Dana pinjaman yang dimaksud adalah dana yang didapat dari pihak ketiga (kreditur).
     Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat diasumsikan bahwa
sumber dana terdiri dari:
1.    Berkurangnya aktiva lancar selain kas
2.    Berkurangnya aktiva tetap
3.    Bertambahnya setiap jenis hutang
4.    Bertambahnya modal
5.    Adanya keuntungan dari operasi perusahaan




SUMBER DANA PERUSAHAAN

Tujuan perusahaan adalah mencari laba dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam kegiatannya mencari laba, pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk melaksanakannya. Dalam usahanya memperoleh laba manajemen harus berprilaku :
1.     Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus mengahasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
2.     Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam,sosial, dan budaya.
3.     Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu masyarakat konsumen.

Dana untuk mengembangkan usaha dapat diperoleh dari 3 sumber berikut:
1. Swadaya. Dana berasal dari dana pribadi si pengusaha. Bisa diperoleh dari hasil warisan, bonus sebagai karyawan, atau penjualan aset investasi yang lain.
2. Pinjaman. Dana pinjaman dapat berupa kredit modal usaha dari bank atau pun pinjaman dari perorangan.
3. Mitra bisnis. Mengajak investor menjadi mitra bisnis. Investor akan menyuntikkan dana segar untuk modal, dan akan memiliki % kepemilikan dalam bisnis tersebut.

1.Dana yang diperoleh perusahaan pertama-tama berasal dari investor/pemilik, dan dinamakan modal. Selain itu dana diperoleh juga dari kreditur, yang dinamakan utang. Jadi sisi kredit pada Neraca menyatakan sumber dana pada satu saat.

2. Dana yang dimiliki perusahaan, baik dari investor maupun kreditur dipergunakan untuk memiliki tanah, gedung, peralatan kantor, barang dagangan, untuk bisa memberi kredit (piutang) dan mempunyai uang kas secukupnya untuk keperluan sehari-hari. Jadi dana digunakan untuk memiliki harta perusahaan (penggunaan dana).
Sumber Dana perusahaan berasal dan untuk apa saja dana dipergunakan (Penggunaan Dana) selama satu periode, kita bisa melihatnya dengan membandingkan neraca awal periode dengan neraca pada akhir periode.
SUMBER DANA berasal dari :
- Laba.
- Tambahan mobal.
- Tambahan utang.
- Penyusutan dan lain-lain biaya non kas.
- Pengurangan harta lancar. 
- Penjualan harta tetap.

Penganggaran Modal ( Capital Budgeting)
Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipmen baru untuk memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.

Penganggaran Modal – Suatu Konsep Investasi
Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab peng anggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.

Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterika tan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.

Jenis Investasi
Investasi dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) golongan, yakni sebagai berikut :
1.     Investasi yang tidak menghasilkan laba. (non profit investemen).
2.     Investasi yang tidak dapat diukur labanya. (non measurable profit investment)
3.     Investasi dalam Penggantian Mesin dan Equipment. (replacement investment).
4.     Investasi dalam Perluasan Usaha(expansion investment).

Sumber-Sumber Dana Perusahaan



Sumber-Sumber Dana Perusahaan

Sumber-sumber Keuangan Perusahaan
  1. Sumber Dana dalam Permodalan Usaha Kelangsungan sebuah usaha sangat dipengaruhi oleh dana. 
                Dana yang digunakan sebagai biaya operasional dapat berasal dari dalam perusahaan dan dapat pula berasal dari luar perusahaan tersebut. 
  •  Sumber Dana dari Dalam Perusahaan Pembelajaran dengan sumber dana dari dalam perusahaan ini disebut juga dengan pembelanjaan intern.
Pembelanjaan intern meliputi penggunaan laba perusahan, penggunaan cadangan, dan penggunaan laba yang tidak dibagi/laba ditahan.

  • Sumber Dana dari Luar Perusahaan Pembelanjaan dengan sumber dana dari luar perusahaan disebut juga dengan pembelanjaan ekstern. Pembelanjaan ekstern meliputi dana dari pemilik dan utang perusahaan.
Dana yang berasal dari pemilik biasanya diwujudkan dalam bentuk saham dan dana dari utang, baik jangka pendek maupun jangka panjang yang disebutdengan pembelanjaan asing.

Dengan banyaknya jenis sumber dana perusahaan dihadapkan kepada masalah untuk memilih dan mengombinasikan berbagai sumber-sumber dana yang tersedia.

Berikut ini merupakan beberapa kebaikan dan keburukan sumber dana dari luar dan dari dalam perusahaan: 

Kebaikan Sumber Dana dari Dalam Perusahaan
1. Dapat digunakan sewaktu-waktu
2. Tidak Ada kewajiban membayar bunga
3. Tidak ada kewajiban mengembalikan

Keburukan Sumber Dana dari Dalam Perusahaan
1. Jumlah dana sangat terbatas
2. Perusahaan dihadapkan pada pilihan untuk digunakan sendiri atau hal lain yang lebih menguntungkan.

Kebaikan Sumber Dana dari Luar Perusahaan
1. Jumlah dana tidak terbatas.
2. Dapat diperoleh dari beberapa sumber.
3. Bersifat fleksibel

Keburukan Sumber Dana dari Luar Perusahaan
1. Perusahaan dikenakan beban (bunga untuk utang, deviden untuk saham).
2. Ada kewajiban untuk mengembalikan.

Beberapa alternatif yang dipilih dalam memilih sumber dana antara lain :
  1. Menggunakan dana intern saja 
  2. Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham 
  3. Menggunakan dana ekstern dengan mencarai pinjaman / kredit ( kredit jangka panjang , kredit jangka pendek , atau kedua-duanya ) 
  4. Menggunakan dana ekstern dengan menjual saham dan mencari pinjaman
  5. Menggunakan dana intern dan ekstern





Perbedaan antara utang dan modal sendiri
Faktor
Utang
Modal Sendiri
1.      Jangka waktu pembayaran kembali
Harus dibayar kembali pada tanggal tertentu
Tidak ditentukan
2.      Tuntutan terhadap kekayaan
Kreditur mempunyai tuntutan lebih dulu terhadap kekayaan perusahaan
Pemegang saham mempunyai tuntutan terhadap kekayaan perusahaan hanya sesudah semua utang dilunasi
3.      Tuntutan terhadap penghasilan
Kreditur mempunyai tuntutan lebih dulu terhadap penghasilan dalam bentuk bunga,yang harus dibayar sebelum deviden dibagi kepada pemegang saham . pembayaran bunga merupakan kewajiban dengan perjanjian atas peminjaman perusahaan
Pemegang saham mempunyai tuntutan sesudah semua kreditur dibayar pemegang saham dapat menerima deviden kalau perusahaan untung dan kalau dewan direktur setuju membayarnya . Jadi , deviden bukan merupakan kewajiban dengan perjanjian dari perusahaan
4.      Hak suara
Pemberi pinjaman adalah kreditur bukan pemilik mereka tidak mempunyai hak suara dalam perusahaan
Pemegang saham adalah pemilik perusahaan .
Pemegang saham biasa mempunyai satu hak suara setiap sahamnya,sedangkan pemegang saham istimewa umumnya tidak memiliki hak tersebut .


Kreditur = Pihak luar dalam perusahaan  
2.   Pengertian Sumber Dana Dengan adanya keputusan untuk mengadakan investasi maka diperlukan dana yang dapat membelanjai investasi.

Timbullah masalah bagaimana perusahaan dapat memperoleh dana yang dibutuhkan untuk membiayai investasi yang direncanakan dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan dengan mengingat, bahwa para pemilik dana mengharapkan balas jasa atas penggunaan dananya dan merupakan biaya investasi yang direncanakan tersebut.

Menurut Bambang Riyanto Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan (2004 : 25), bahwa sumber dana yang dapat diperoleh untuk membelanjai suatu perusahaan adalah: 
1. Sumber dana dari dalam perusahaan (internal source) dapat diartikan sebagai bentuk dana dimana pemenuhan kebutuhan dananya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, dengan kata lain dana dengan kekuatan atau kemampuan sendiri. Dana dari dalam perusahaan dapat diadakan dengan atau menggunakan laba cadangan dari sebagian sisa hasil usaha yang merupakan unsur dana sendiri, sebagai sumber dana intern. Akumulasi penyusutan aktiva tetap karena jangka waktu penggunaan dari aktiva tersebut biasanya lama, misalnya lima tahun, maka cadangan penyusutan yang masih menganggur dapat digunakan dan disebut sebagai sumber dana insentif.

Dana dari dalam perusahaan terdiri dari:
a. Dana yang berasal dari pemilik perusahaan
b. Saldo keuntungan yang ditanam kembali dalam perusahaan.
c. Surplus dana dan akumulasi penyusutan atau yang disebut sebagai cadangan dana. Terdiri atas nilai buku dan nilai pasar dari harta yang dimiliki perusahaan.

2. Sumber dana dari luar perusahaan (external source) yaitu pemenuhan kebutuhan dana diambil atau berasal dari sumber-sumber dana yang ada di luar perusahaan. Dana yang berasal dari luar perusahaan adalah dana yang berasal dari pihak bank, asuransi, dan kreditur lainnya. Dana yang berasal dari para kreditur adalah hutang bagi perusahaan yang disebut sebagai dana pinjaman. Dana pinjaman yang dimaksud adalah dana yang didapat dari pihak ketiga (kreditur).

Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat diasumsikan bahwa sumber dana terdiri dari:
1. Berkurangnya aktiva lancar selain kas
2. Berkurangnya aktiva tetap
3. Bertambahnya setiap jenis hutang
4. Bertambahnya modal
5. Adanya keuntungan dari operasi perusahaan.


3.   Sumber Dana dan Penggunaannya Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional. Langkah pertama dalam analisis sumber dan penggunaan dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana. Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
 1. Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. 
2. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
 3. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta. 
4. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian